Beranda > Tak Berkategori > PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI TERHADAP PRESTASI KERJA PADA PERCETAKAN DAN PENERBITAN PT. LKIS YOGYAKARTA (011)

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI TERHADAP PRESTASI KERJA PADA PERCETAKAN DAN PENERBITAN PT. LKIS YOGYAKARTA (011)

BAB 1

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG MASALAH

Prestasi kerja merupakan masalah yang sangat penting bagi setiap organisasi. Prestasi kerja yang sangat tinggi sangat diperlukan dalam setiap usaha kerjasama karyawan untuk tujuan organisasi,seperti diketahui bahwa pencapaian tujuan organisasi adalah sesuatu yang sangat diidam-idamkan oleh setiap organisas. Karyawan yang mempunyai prestasi kerja rendah akan sulit untuk mencapai hasil yang diharapkan.

Masalah prestasi kerja bukanlah timbul begitu saja atau timbul secara sembarangan. Prestasi kerja dapat ditingkatkan diantaranya dengan memberikan motifasi yang sudah tentu dengan jalan menyampaikan informasi melalui komunikasi dari atasan kepada bawahannya.

1

Penilaian prestasi kerja memberikan informasi yang sangat membantu dalam keputusan keputusan yang menyangkut kebijaksanaan perusahaan. Prestasi kerja juga dapat digunakan untuk mendorong dan memimpin pengembangan karyawan. Program penilaian prestasi kerja memberikan informasi dalam bentuk yang biasanya dikomunikasikan kepada karyawan. Dengan adanya penilaian prestasi kerja ini membuat para atasan mau tidak mau memperhatikan para bawahannya.[1]

Faktor-faktor yang biasanya dipakai untuk menilai prestasi kerja adalah: kuantitas dan kualitas pekerjaan, kerjasama, kepemimpinan, kehati-hatian, pengetahuan, pengenalan jabatan, kerajinan, kesetiaan dapat tidaknya diandalkan dan inisiatif.[2]

Kepemimpinan adalah perilaku dimana seseorang memotifasi orang lain agar mau bekerja keras mencapai tujuan tertentu. Kepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempergunakan orang lain agar mau bekerja mencapai tujuan dn sasaran.[3]

Selain faktor kepemimpinan komunikasi erat hubunganya dalam mempengaruhi prestasi kerja. Komunikasi menjadi kegiatan penting yang diperhatikan manajemen dalam pendekatan hubungan manusiawi, dan sejalan dengan peran alih perilaku mulai menerapkan penelitian mereka pada organisasi.

Masalah prestasi kerja ini sangat penting artinya bagi perusahaan guna meningkatkan produktifitas, mengingat persaingan di era globalisasi yang makin ketat. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat ini perusahaan usaha meningkatkan produktifitas dan kualitas produk. Hal ini dapat dilakukan apabila prestasi kerja karyawan baik.

1

Untuk mengatur dan mengarahkan kegiatan karyawan dibutuhkan kiat-kiat tertentu, mengingat mereka adalah manusia yang mempunyai sifat dan kepribadian yang berbeda satu sama lainya. Hal ini dipenaruhi berbagai faktor antara lain usia, jenis kelamin, pendidikan, dan lingkungan.

Dalam upaya mengelola karyawan agar dapat meningkatkan prestasi kerja pada percetakan dan penerbitan PT. LKIS Pelangi AksaraYogyakarta, pimpinan perusahaan menekanakan pada gaya kepemimpinan dan metode komunikasi,. Sehingga dapat mempengaruhi karyawan agar dapat bekerja sesuai dengan tujuan yang ditetapkan tanpa adnya paksaan dan dan persaan tertekan. Untuk memahami seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan dan metode komunikasi yang dihadapi perusahaan maka atas dasar alasan diatas penulis mengambil judul: “PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI TERHADAP PRESTASI KERJA PADA PERCETAKAN DAN PENERBITAN PT. LKIS YOGYAKARTA“

  1. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka secara terperinci rumusan masalah adalah:

1. Apakah ada pengaruh antara kepemimpinan dan komunikasi secara bersama terhadap prestasi kerja karyawan?

2. Sejauh mana efektifitas kepemimpinan dan komunikasi memberikan pengaruh terhadap prestasi kerja.

  1. BATASAN MASALAH

Terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan prestasi kerja karyawan. Namun penulis hanya membatasi pada faktor kepemimpinan dan komunikasi. Hal ini mengingat bahwa kepemimpinan dan komunikasi merupakan dua hal yang sangat penting bagi karyawan dan berakibat langsung bagi pemenuhan kebutuhan mereka.

  1. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan dan komunikasi secara bersama-sama terhadfap prestasi kerja karyawan.

2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kepemimpinan dan komunikasi terhadap prestasi kerja karyawan dan fariabel mana yang mempunyai pengaruh lebih dominan.

  1. MANFAAT PENELITIAN

Ada beberapa manfaat dari penelitian ini yaitu:

1. Bagi perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi perusahaan dalam memecahkan berbagai masalah, terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan dan komunikasi.

2. Bagi penulis

Dari hasil penelitian ini penulis memperoleh banyak manfaat yaitu:

a. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis mengenai kepemimpinan dan komunikasi.

b. Merupakan perbandingan antara teori yang diperoleh selama kuliah dengan praktek manajemen sebenarnya.

3. Bagi pihak lain

Diharapkan penulisan ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan dan menambah referensi perpustakaan dan untuk referensi bagi penelitian selanjutnya.

  1. HIPOTESIS

Hipotesis yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu:

1. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kepemimpinan dan komunikasi secara bersama-sam terhadap prestasi kerja.

2. Ada pengaruh yang signifikan antara komunikasi secara keseluruhan terhadap prestasi kerja.

  1. METODE PENGAMBILAN SAMPEL

Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki dan dianggap mewakili seluruh populasi.

Tehnik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu simple random sampling karena obyek yang di teliti bersifat homogen.

Simple random sampling adalah cara pengambilan sampel yang tidak memilih-milih individu yang akan dijadikan sampel seluruh populasi diberi kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel.

  1. METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1. Pengumpulan Data

1) Data Primer

Adalah merupakan data yang belum diolah dan diperoleh secara langsung diambil dan dilihat dari sumbernya.

a. Observasi

Observasi yaitu tehnik pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap obyek yang diteliti yaitu kepemimpinan dan komunukasi terhadap prestasi kerja karyawan pada PT. LKIS

b. Intervew

Intervew yaitu tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan wawancara atau tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematis dan berlandaskan pada tujuan penelitian. Dari hasil intervew dapat di diperoleh data yang secara langsung tanpa ada perantara.

c. Queistionare

Quetionare yaitu tehnik pengumpulan data yang diperoleh dengan cara membuat daftar pertanyaan secara tertulis yang ditujukan pada obyek penelitian.hasilnya merupakan data tertulis yang didapat dari karyawan tanpa tekanan dari pihak lain.

2) Data skunder

Merupakan data yang sudah diolah didapat secara langsung dari perusahaan atau lainya untuk memenuhi data primer.

a. Kepustakaan

Yaitu metode penelitian yang digunakan dalam mencari data-data yang berupa landasan teori dan konsep-konsep yang dijadikan titik perbandingan dan pedoman didalam proses analisa serta penilaian persoalan yang ada. Dalam mendapatkan data-data tersebut maka digunakan sumber-sumber kepustakaan yang berhubungan dengan bidang yang diteliti.

b. Dokumentasi

Yaitu tehnik pengumpulan data dengan cara melihat dokumentasi yang ada pada perusahaan.

2. Definisi Operasional

Penjelasan dari masing-masing variabel adalah sebagai berikut:

a. Kepemimpinan

Kepemimpinan yaitu kemampuan dan ketrampilan dalam memberikan pengarahan dan sebagainya serta dapat memberikan solusi dalam setiap ada permasalahan.

Indikator-indikatornya sebagai berikut:

· Pemberian penghargaan dan pujian terhadap keberhasilan kerja karyawan

· Tingkat kejelasan pimpinan dalam memberikan tugas.

· Pemberian petunjuk oleh pimpinan.

· Obyektifitas pimpinan dalam menilai hasil kerja karyawan.

· Dorongan dan arahan oleh pimpinan

· Frekuensi pengambilan keputusan.

· Fasilitas yang diberikan perusahaan.

Scoring merupakan kegiatan yang berupa pemberian data kuantitaif yang diperlukan dalam pengujian hipotesis.

Score yang diberikan adalah sebagai berikut:

Jawaban (a) merupakan jawaban sangat setuju, mendapat score 5.

Jawaban (b) merupakan jawaban setuju, mendapat score 4.

Jawaban (c) merupakan jawaban netral, mendapat score 3.

Jawaban (d) merupakan jawaban tidak setuju, mendapat score 2.

Jawaban (e)merupakan jawaban sangat tidak setuju, mendapat score 1.

b. Komunikasi

Komunikasi yaitu kerjasama dalam bekerja serta berkomunikasi dengan baik atau aktif antara pegawai dengan pimpinan agar tidak terjadi miss information.

Indikator-indikatornya sebagai berikut:

· Tersedianya waktu untuk berkomunikasi antara pimpinan dengan karyawan.

· Frekuensi antara pimpinan dengan karyawan.

· Kejelasan perintah pimpinan.

· Ketepatan waktu dalam memperoleh informasi.

· Sarana komunikasi

· Penggunaan kalimat yang baik dalam memberikan teguran.

· Sarana komunikasi yang disediakan pimpinan.

· Efektifitas penggunaan sarana komunikasi.

· Hubungan antara karyawan dan lingkungan kerja.

Scoring merupakan kegiatan yang berupa pemberian dat kuantitaif yang diperlukan dalam pengujian hipotesis.

Score yang diberikan adalah sebagai berikut:

Jawaban (a) merupakan jawaban sangat setuju, mendapat score 5.

Jawaban (b) merupakan jawaban setuju, mendapat score 4.

Jawaban (c) merupakan jawaban netral, mendapat score 3.

Jawaban (d) merupakan jawaban tidak setuju, mendapat score 2.

Jawaban (e)merupakan jawaban sangat tidak setuju, mendapat score 1.

c. Prestasi Kerja

Prestasi kerja yaitu kemampuan seorang pegawai dalam menghasilkan dengan hasil yang ingin dicapai:

· Frekuensi tidak masuk kerja

· Frekuensi dalam melakukan kesalahan

· Penyelesaian pekerjaan sesuai target

· Jumlah produk yang dihasilkan

· Frekuensi kesulitan dalam melakukan pekerjaan.

· Kesediaan untuk bekerjasama

· Kepuasan dalam penghasilan.

· Kemampuan dalam berinisiatif dalam pekerjaan.

Scoring merupakan kegiatan yang berupa pemberian dat kuantitaif yang diperlukan dalam pengujian hipotesis.

Score yang diberikan adalah sebagai berikut:

Jawaban (a) merupakan jawaban sangat setuju, mendapat score 5.

Jawaban (b) merupakan jawaban setuju, mendapat score 4.

Jawaban (c) merupakan jawaban netral, mendapat score 3.

Jawaban (d) merupakan jawaban tidak setuju, mendapat score 2.

Jawaban (e) merupakan jawaban sangat tidak setuju, mendapat score 1.

  1. METODE ANALISIS DATA

1. Analisis diskriptif

Analisis diskriptif yaitu menganalisa data tanpa menggunakan angka-angka. Jadi dinyatakan dalam katagori, golongan atau sifat untuk membantu penganalisaan kuantitatif.

2. Analisa kuntitatif

a. Analisa Regresi Linier berganda.

Analisa ini digunakan untuk menganalisa hubungan antara kepemimpinan dan komunikasi terhadap prestasi kerja.[4]

clip_image003

Y = Variabel tergantung(prestasi kerja)

X1 = kepemimpinan

X2 = komunikasi

a = konstanta

b1,b2 = konstanta regresi

b. Uji t-test

Untuk menguji tingkat signifikansi dari masing-masing koefisien regresi yang diperoleh dari perhitungan, dilakukan uji t dua sisi yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

Ho : bi = 0: Variabel independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen

Ha : bi > 0: Variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen

Dimana :

bi : penaksir koefisien bi

clip_image005

Dimana:

bi adalah koefisien dari variabel bebas ke I (penaksir koefisien)

Sbi adalah simpangan baku dari variabel bebas ke I

Sementara nilai t-tabel = t a/2 df (n-k), dimana k adalah konstan dan parameter dari parameter yang diestimasi.

Dengan menggunakan derajat keyakinan tertentu, maka jika

- Apabila t-hitung > t-tabel, maka Ho ditolak, berarti koefisien variabel adalah signifikan

- Apabila t-hitung < t-tabel, maka Ho diterima, berarti koefisien variabel adalah tidak signifikan

Ratio tersebut berdistribusi nilai t dengan degree of freedom n-k

Gambar 1.1

Kurva daerah penerimaan dan penolakan Ho

clip_image006

Daerah Penolakan Ho

Daerah Penerimaan Ho

t table t hitung

c. Untuk menguji koefisien kearah regresi digunakan F-test, dengan menggunakan rumus.

clip_image008

Dimana:

F= F ratio

R= koefisien determinasi

k= jumlah variabel

n= Jumlah observasi

Gambar 1.2

Kurva Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho Untuk Uji t

clip_image009

Daerah penolakan

diterima

clip_image011

clip_image012

f tabel f hitung

Tarif signifikan 5%

Jika F regresi > F tabel maka signifikan

Jika F regresi < F tabel maka tidak signifikan

d. Uji Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi mencari seberapa besar variasi variabel independen dapat menjelaskan secara keseluruhan variasi variabel dependen.

Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

clip_image014

Dimana :

R2 = Koefisien determinasi

b1, b2, bn = Koefisien regresi

Y = variabel dependen

X1, X2,Xn = variabel independen

Koefisien determinasi ini mengukur seberapa besar sumbangan variabel independen secara keseluruhan terhadap naik turunya variasi nilai variabel dependen. Nilai koefisien determinasi (R2) ini akan mempunyai range antara 0 sampai dengan 1.


[1] Heidjrachman dan Suad Husnan, Manajemen Personalia, BPFE, Yogyakarta,1990, hal.122

[2] Ibid, hal.125

[3] Basu Swasta DH, Asas asas Manajemen Modern, Pen Liberty, Yogyakarta, 1995,hal.164

[4] Djarwanto dan Subagyo, Statistik Induktof, BPFE, 1993, hal.246

dapatkan file lengkapnya

klik disini

About these ads
Kategori:Tak Berkategori
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: